Archive for March, 2008
Belajar Lewat Reuni
Sabtu, 22 Maret yang lalu, saya menyempatkan diri untuk menghadiri reuni di almamater saya Fakultas Sastra UNPAD. Sebenarnya acara itu bentrok dengan acara pertemuan komunitas homeschooling. Saya memilih pergi ke acara reuni, karena moment itu memang langka dan tak mungkin terulang dalam waktu satu atau dua tahun ke depan. Sekalian bersilaturahim dengan teman-teman lama, saya juga berharap bisa menghadirkan suasana berbeda pada puteri saya. Supaya dia juga belajar hal baru dari acara itu.
Sepanjang acara berlangsung saya terus memperhatikan respon anak saya. Sampai sekarang dia tidak saya masukkan ke taman kanak-kanak yang biasa ramai. Sempat khawatir juga, kalau-kalau dia tidak nyaman di tempat yang dipenuhi banyak orang seperti itu. Tapi syukurlah, ternyata dia bisa beradaptasi. Penampilan beberapa kesenian tradisional Sunda, Jepang, dan Jerman dia tonton dengan takjub. Malah, dia sempat berfoto dengan gadis berpakaian tradisional Jepang, melihat-lihat boneka matryoshka khas Rusia yang sebelumnya hanya bisa dia lihat di buku. Saya juga kenalkan dia dengan teman dan dosen saya, sekaligus mempraktekkan langsung kegiatan bersosialisasi.
Acara terganggu oleh hujan lebat, tapi anak saya bisa bertahan sampai akhirnya hujan reda dan kami pulang. Sebelum keluar dari area kampus, saya mengajak dia berjalan-jalan melihat ruangan tempat saya dulu biasa kuliah. Saya tidak tahu apa yang ada di pikirannya, tapi saya yakin pasti dia belajar sesuatu di sana.
Add comment March 24, 2008
Tanaman Obat untuk Keadaan Darurat
Setiap keluarga biasanya menyediakan kotak P3K untuk mengantisipasi terjadinya kondisi darurat, seperti terluka karena benda tajam, terbentur, demam, diare, mual-mual, atau masuk angin.Keadaan yang paling sering terjadi pada anak-anak adalah luka berdarah, gatal-gatal, dan memar karena benturan. Sekalian membuat anak-anak akrab dengan tanaman obat, saya menyediakan tanaman khusus untuk keperluan itu. Hasilnya ternyata lebih memuaskan daripada obat-obatan kimia.
Tanaman-tanaman itu di antaranya daun sirih, bandotan, dan sambiloto. Untuk luka terbuka yang mengakibatkan keluarnya darah, daun sirih dan bandotan sangat efektif. Kita hanya perlu mencucinya lalu menumbuknya segera sampai halus. Bahan yang sudah halus itu bisa langsung dipakai untuk menutup luka. Ikat dengan kain kasa dan diamkan. Kalau lebih darurat lagi dan tidak ada alat penumbuk, kita bisa mengunyahnya (setelah dicuci) untuk menghaluskan dua jenis tanaman itu. Hasilnya, dalam lima menit darah akan berhenti keluar dan rasa sakitnya pun hilang dalam sekejap.
Adapun untuk gatal-gatal yang disebabkan kuman, air rebusan daun sambiloto yang masih hangat sangat manjur untuk menghentikannya. Akan lebih baik jika bagian yang gatal direndam sebentar. Kalaupun tidak, cukup mencampurkannya dengan air mandi anak-anak dan disiramkan merata ke seluruh tubuh mereka saat mandi.
Sementara itu, untuk luka memar, kita bisa sediakan selalu lengkuas atau jahe. Kedua jenis rimpang ini efektif mengempiskan memar dan menghilangkan rasa sakitnya. Kita hanya perlu mememarkan salah satu rimpang tersebut lalu tekankan sedikit pada bagian yang terbentur selama lima menit. Insya Allah benjolan akibat benturan tak akan lagi terlihat.
Selamat mencoba.
2 comments March 14, 2008