Ayo Belajar dan Tumbuhlah!
Beberapa fakta negatif di dunia pendidikan memang bisa membuat kerut kita berkening atau membuat nafas kita tiba-tiba menjadi terasa berat. Beginikah seharusnya pendidikan diperlakukan? Namun sadarilah bahwa kita tak akan mampu mengubah apapun hanya dengan keluh kesah. Sebuah ungkapan dari seorang Sastrawan Rusia Leo Tolstoy membuat saya tersenyum, “Semua ingin mengubah dunia, tetapi tak ada yang ingin mengubah diri sendiri”.
Mari mulai dari keluarga. Mulailah dari diri kita dan kemudian anak-anak kita. Bisa jadi kita merasa tidak berperan dalam mengubah masyarakat menjadi lebih baik, tapi bayangkan jika setiap keluarga berkomitmen untuk menjadi yang terbaik, tanpa harus bilang-bilang, tanpa harus berorasi, tanpa harus bersilat kata dengan pihak-pihak yang bertentangan, kumpulan keluarga-keluarga itu adalah gelombang yang secara alami akan mengikis keburukan.
Hanya belajar yang akan membuat kita tumbuh menjadi makin berkualitas. Maka belajarlah di manapun, dari keadaan apapun, dari siapapun. Mari belajar terus setiap hari dari apapun yang kita jalani, dari momentum yang direncanakan ataupun momentum yang singgah tak sengaja.
Add comment April 4, 2008
Belajar Lewat Reuni
Sabtu, 22 Maret yang lalu, saya menyempatkan diri untuk menghadiri reuni di almamater saya Fakultas Sastra UNPAD. Sebenarnya acara itu bentrok dengan acara pertemuan komunitas homeschooling. Saya memilih pergi ke acara reuni, karena moment itu memang langka dan tak mungkin terulang dalam waktu satu atau dua tahun ke depan. Sekalian bersilaturahim dengan teman-teman lama, saya juga berharap bisa menghadirkan suasana berbeda pada puteri saya. Supaya dia juga belajar hal baru dari acara itu.
Sepanjang acara berlangsung saya terus memperhatikan respon anak saya. Sampai sekarang dia tidak saya masukkan ke taman kanak-kanak yang biasa ramai. Sempat khawatir juga, kalau-kalau dia tidak nyaman di tempat yang dipenuhi banyak orang seperti itu. Tapi syukurlah, ternyata dia bisa beradaptasi. Penampilan beberapa kesenian tradisional Sunda, Jepang, dan Jerman dia tonton dengan takjub. Malah, dia sempat berfoto dengan gadis berpakaian tradisional Jepang, melihat-lihat boneka matryoshka khas Rusia yang sebelumnya hanya bisa dia lihat di buku. Saya juga kenalkan dia dengan teman dan dosen saya, sekaligus mempraktekkan langsung kegiatan bersosialisasi.
Acara terganggu oleh hujan lebat, tapi anak saya bisa bertahan sampai akhirnya hujan reda dan kami pulang. Sebelum keluar dari area kampus, saya mengajak dia berjalan-jalan melihat ruangan tempat saya dulu biasa kuliah. Saya tidak tahu apa yang ada di pikirannya, tapi saya yakin pasti dia belajar sesuatu di sana.
Add comment March 24, 2008